BONTANG, Pranala.co – Sejumlah pelanggan PDAM Tirta Taman Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) mengeluhkan lonjakan tarif air yang tajam pasca penyesuaian tarif pada bulan April 2026. Keluhan ini mendorong tim manajemen PDAM turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan.
Dari hasil pantauan, tagihan pelanggan yang diunggah di media sosial menunjukkan angka yang mencengangkan. Di Loktuan, misalnya, seorang pelanggan tercatat membayar Rp1,7 juta untuk penggunaan 181 meter kubik air dalam sebulan, padahal sebelumnya tagihannya hanya Rp950 ribu. Sementara pelanggan lain dengan pemakaian 67 meter kubik harus membayar Rp700 ribu.
Tidak hanya itu, di Kelurahan Guntung, seorang warga mengaku tagihan airnya naik hingga Rp60 ribu dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya Rp171 ribu. “Kenaikannya terasa sangat tinggi, padahal pendapatan warga tidak mengalami peningkatan,” kata warga tersebut.
Menanggapi keluhan ini, Direktur Perumdam Tirta Taman, Suramin, menyatakan pihaknya telah menindaklanjuti laporan yang beredar. Menurutnya, sebagian besar lonjakan tagihan berasal dari pelanggan dengan pemakaian air yang tergolong tinggi.
“Pemakaian tinggi sering terjadi karena satu meteran digunakan untuk dua rumah atau lebih. Bisa juga karena kebocoran pipa dalam satu pelanggan,” jelas Suramin.
Ia meminta agar pelanggan segera melapor ke kantor Perumdam Tirta Taman agar penyebab lonjakan tagihan dapat ditelusuri lebih lanjut. Suramin juga mengimbau masyarakat untuk tidak langsung menyimpulkan penyebab kenaikan tarif tanpa melihat kondisi lapangan secara menyeluruh.
“Banyak faktor yang memengaruhi. Bisa karena kebocoran pipa, atau satu meteran digunakan untuk usaha atau rumah sewa,” imbuhnya.
Selain menindaklanjuti keluhan, PDAM Tirta Taman juga berupaya mengevaluasi kualitas pelayanan distribusi air. Suramin menambahkan, pelanggan yang mengalami kesulitan membayar dapat memanfaatkan opsi keringanan, termasuk cicilan pembayaran.
Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban pelanggan sekaligus memastikan distribusi air tetap lancar dan adil bagi seluruh warga Bontang. (RED)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















