SANGATTA, Pranala.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) resmi memulai seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tahun 2026. Sebanyak 23 peserta bersaing memperebutkan empat posisi strategis di lingkungan pemerintah daerah.
Kegiatan seleksi digelar di Ruang Laboratorium Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim, Sabtu (4/4/2026) pagi. Acara ini dihadiri langsung Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, Kepala BKPSDM Misliansyah, serta jajaran panitia seleksi.
Seleksi terbuka ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Kutim dalam menerapkan sistem merit guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Kepala Bidang Pengembangan dan Kompetensi BKPSDM Kutim, Saepuddin, menjelaskan bahwa proses seleksi telah memperoleh persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Empat jabatan yang diperebutkan meliputi: Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi; Kepala Dinas Pariwisata; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP); Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah.
“Seleksi ini diikuti peserta yang telah lulus administrasi,” ujar Saepuddin.
Ia merinci, dari total 23 peserta, terdapat empat peserta untuk posisi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, tujuh peserta Kepala Dinas Pariwisata, delapan peserta Kepala DPMPTSP, serta empat peserta untuk Kepala Dinas Koperasi dan UKM.
Proses seleksi akan melalui empat tahapan utama sesuai ketentuan Peraturan Menteri PANRB Nomor 15 Tahun 2019. Tahapan tersebut meliputi penulisan makalah, assessment center, wawancara, serta penilaian rekam jejak.
Untuk tahap assessment center dijadwalkan berlangsung pada 6–7 April 2026 bekerja sama dengan Kementerian Pertanian. Sementara itu, tahapan wawancara akan dilaksanakan pada 9–11 April 2026.
Panitia seleksi terdiri dari tujuh orang yang berasal dari unsur pemerintah daerah, akademisi, serta perwakilan tingkat provinsi dan nasional.
Dalam arahannya, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan pentingnya integritas dan objektivitas dalam seluruh proses seleksi.
Ia meminta panitia seleksi menjalankan tugas secara profesional dan bebas dari intervensi.
“Pilih kandidat terbaik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan loyalitas tinggi terhadap kemajuan daerah,” tegasnya.
Kepada para peserta, Bupati juga berpesan agar mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh.
“Tunjukkan bahwa Saudara memang layak dan pantas untuk memimpin,” ujarnya dalam keterangan resminya.
Melalui seleksi terbuka ini, Pemkab Kutim berharap dapat melahirkan pimpinan perangkat daerah yang mampu menjawab tantangan pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. (RIL)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















