SANGATTA, Pranala.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mengusulkan penambahan 280 formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tahun anggaran 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas birokrasi sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan usulan tersebut merupakan respons terhadap dinamika kebutuhan organisasi, terutama tingginya angka pegawai yang memasuki masa pensiun setiap tahun.
“Kita tidak ingin ada kekosongan jabatan yang terlalu lama. Pelayanan kepada masyarakat adalah prioritas, sehingga regenerasi pegawai harus berjalan seiring dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya usai menghadiri Sidang Paripurna di Gedung DPRD Kutim.
Secara teknis, usulan formasi ASN 2026 disusun berdasarkan hasil pemetaan beban kerja di masing-masing perangkat daerah.
Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian (PPINKA) BKPSDM Kutim, Akhmad Zais, menjelaskan bahwa mayoritas formasi diarahkan untuk jalur Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Dari total 280 formasi yang diusulkan, sebanyak 250 formasi diperuntukkan bagi CPNS, sedangkan 30 formasi lainnya dialokasikan untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Ini merupakan hasil pemetaan kebutuhan pegawai yang telah disesuaikan dengan beban kerja di setiap perangkat daerah,” jelas Zais saat ditemui di Kantor BKPSDM Kutim.
BKPSDM Kutim memastikan distribusi formasi telah melalui kajian mendalam, sehingga setiap posisi yang kosong dapat segera diisi oleh tenaga yang kompeten.
Dominasi formasi CPNS diharapkan mampu menjaring talenta baru yang akan memperkuat sistem administrasi pemerintahan dalam jangka panjang.
Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menjaga kesinambungan pelayanan publik di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Saat ini, usulan penambahan formasi ASN tersebut masih menunggu tindak lanjut dan validasi dari pemerintah pusat.
Pemkab Kutim berharap proses pengadaan ASN tahun 2026 dapat berjalan lancar dan menjadi solusi konkret dalam mengatasi potensi kekurangan pegawai. (RIL)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















