SANGATTA, Pranala.co — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kutai Timur (DPRD Kutim) resmi menyetujui pemindahtanganan aset daerah berupa lahan kepada Perusahaan Umum (Perum) Bulog. Lahan yang berada di Kecamatan Sangatta Utara tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur pascapanen guna memperkuat ketahanan pangan daerah.
Persetujuan itu ditetapkan saat Rapat Paripurna ke-XIX DPRD Kutim sebagai tindak lanjut atas usulan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa pembangunan gudang penyimpanan hasil pertanian ini memiliki peran strategis, terutama dalam menjaga stabilitas harga komoditas saat musim panen.
“Keberadaan gudang ini diharapkan mampu melindungi petani dari anjloknya harga saat panen raya, sekaligus memperkuat sistem ketahanan pangan daerah,” ujarnya usai rapat paripurna, Rabu (1/4/2026).
Gudang tersebut merupakan bagian dari program strategis nasional pembangunan 100 unit infrastruktur pascapanen di berbagai daerah di Indonesia. Dengan adanya fasilitas penyimpanan yang memadai, diharapkan fluktuasi harga yang selama ini kerap merugikan petani dapat ditekan.
Dalam skema kerja sama ini, seluruh pembiayaan pembangunan fisik hingga perencanaan akan ditanggung sepenuhnya oleh Perum Bulog. Sementara itu, pemerintah daerah hanya berkewajiban menyediakan lahan.
Lahan yang dihibahkan seluas 3 hektare merupakan bagian dari kawasan seluas 4,7 hektare di Jalan Soekarno-Hatta yang telah ditetapkan melalui keputusan bupati sejak 2017.
Hibah lahan tersebut menjadi syarat utama bagi Bulog untuk memulai pembangunan fisik. Proses ini merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada Desember 2025, serta hasil audiensi antara Pemkab Kutim, DPRD, dan Bulog di Jakarta pada awal Maret lalu.
Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Kutim, Muhammad Ali, menyampaikan bahwa persetujuan diberikan setelah melalui kajian bersama pemerintah daerah.
“Kami menyetujui pemindahtanganan aset ini melalui rapat paripurna. Namun, pemanfaatannya akan tetap kami awasi agar sesuai dengan tujuan awal,” tegasnya.
Ia menambahkan, kehadiran gudang Bulog di Sangatta Utara diharapkan mampu memperbaiki tata kelola pascapanen sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Fasilitas ini diharapkan tidak hanya menjaga distribusi, tetapi juga memastikan hasil panen petani terserap dengan baik,” ujarnya. (RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















