SANGATTA, Pranala.co – Suasana hutan adat di Kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur, kembali bersiap menyambut perhelatan budaya yang telah lama dinanti. Festival adat dan budaya Lom Plai Dayak Wehea 2026 dipastikan akan digelar meriah, dengan dukungan langsung dari pemerintah pusat.
Sejumlah perwakilan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dijadwalkan menghadiri puncak acara 22 April 2026. Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat bahwa Lom Plai bukan sekadar tradisi lokal, tetapi telah menjelma menjadi bagian penting dalam kalender pariwisata nasional.
Festival Lom Plai tahun ini kembali masuk dalam agenda Kharisma Event Nasional 2026 (KEN), sebuah program kurasi event unggulan yang bertujuan mendorong promosi pariwisata berbasis budaya di berbagai daerah.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Kutai Timur, Akhmad Rifanie, menyampaikan bahwa sedikitnya empat perwakilan dari Kemenpar RI telah mengonfirmasi kehadiran. Salah satunya adalah Asisten Deputi Event Daerah, Reza Fahlevi, yang akan turut memantau langsung jalannya kegiatan.
“Pada acara puncak nanti, akan hadir perwakilan kementerian, termasuk tim pendukung dari event organizer Kemenpar,” ujarnya di Sangatta, Kamis (9/4/2026).
Ia menilai kehadiran pemerintah pusat bukan sekadar seremoni, melainkan dorongan nyata bagi daerah untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan event budaya. Menurutnya, Lom Plai menjadi wajah pariwisata Kutai Timur yang memiliki daya tarik khas dan nilai kearifan lokal yang kuat.
“Kehadiran mereka menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas promosi serta meningkatkan kualitas pariwisata daerah,” katanya.
Tak hanya dari pusat, sejumlah pejabat di tingkat provinsi dan kabupaten juga dijadwalkan hadir. Pemerintah daerah bahkan menargetkan kehadiran gubernur dan bupati dalam puncak perayaan sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.
Festival Lom Plai sendiri merupakan tradisi tahunan masyarakat Dayak Wehea yang sarat makna. Ritual ini tidak hanya menjadi ungkapan syukur atas hasil panen, tetapi juga simbol hubungan harmonis antara manusia, alam, dan leluhur.
Konsistensi festival ini pun mendapat pengakuan nasional. Tercatat, Lom Plai telah tiga kali masuk dalam agenda KEN, yakni pada 2023, 2024, dan kembali pada 2026. Pencapaian ini memperkuat posisi Kutai Timur sebagai salah satu daerah yang aktif mengangkat identitas budaya lokal ke panggung nasional, bahkan internasional. (HAF)















