PEMERINTAH Kota Balikpapan mengakselerasi pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) dengan menyiapkan sedikitnya 16 titik lahan baru. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan koperasi hingga ke tingkat kelurahan.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan percepatan ini dilakukan untuk memenuhi target pembangunan 10 unit KMP hingga Juni 2026.
“Saat ini satu unit di Kelurahan Graha Indah sudah selesai. Sisanya kami dorong agar segera menyusul,” ujarnya usai menerima kunjungan manajemen PT Agrinas Pangan Nusantara di Balai Kota Balikpapan, belum lama ini.
Program KMP di Balikpapan tidak hanya berhenti pada tahap pembangunan. Hingga awal April 2026, koperasi ini telah berjalan di 34 kelurahan dengan total transaksi mencapai lebih dari Rp500 juta.
Angka tersebut menjadi indikator awal bahwa model koperasi ini mulai diterima masyarakat. Selain itu, Pemkot Balikpapan juga tengah menyiapkan enam lokasi tambahan, dengan tiga di antaranya telah memasuki tahap pembangunan.
Salah satu tantangan utama pembangunan KMP adalah ketersediaan lahan. Namun, Balikpapan dinilai memiliki keunggulan dalam hal ini.
Pemkot bahkan tengah mengupayakan pemanfaatan aset milik kementerian, BUMN, dan TNI yang belum digunakan. Koordinasi dengan pemerintah pusat pun terus dilakukan untuk mempercepat proses alih fungsi lahan.
“Dalam waktu dekat kami akan menindaklanjuti ke pusat agar proses ini segera berjalan,” kata Bagus dalam keterangan resminya.
Dia menegaskan, KMP bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Seluruh koperasi yang dibangun telah memiliki legalitas dan didukung program pelatihan bagi pengelolanya.
Pelatihan tersebut meliputi manajemen koperasi, pemasaran, hingga aspek perpajakan. Tujuannya, agar koperasi mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.
KMP hadir dengan pendekatan berbeda dari koperasi konvensional. Masyarakat dapat menjadi anggota tanpa kewajiban membayar iuran.
Selain itu, harga barang yang ditawarkan diklaim lebih terjangkau karena adanya kebijakan tertentu yang mendukung efisiensi distribusi.
Menariknya, keberadaan koperasi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan pelaku usaha kecil. Justru sebaliknya, warung-warung warga akan dilibatkan sebagai bagian dari jaringan distribusi.
Secara nasional, program KMP telah mencapai sekitar 4.300 unit dan direncanakan akan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada pertengahan April 2026.
Pihak PT Agrinas Pangan Nusantara menilai Balikpapan sebagai salah satu daerah yang progresif dalam mendukung program ini, terutama dalam hal penyediaan lahan.
Ketersediaan lahan memang kerap menjadi hambatan di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Bali.
KMP tidak selalu ditempatkan di lokasi strategis pusat kota. Sebaliknya, koperasi ini diarahkan hadir di kawasan yang dekat dengan aktivitas masyarakat di tingkat kelurahan. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi lokal sekaligus mendekatkan akses kebutuhan pokok kepada warga Balikpapan. [ril/bpp]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















