
DPRD BERAU mendorong pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kunjungan wisatawan dengan berbasis data yang akurat dan terukur. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan arah pengembangan sektor pariwisata lebih tepat sasaran.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah, menyebut periode pasca libur Idulfitri menjadi waktu ideal untuk melakukan pendataan, mengingat tingginya aktivitas wisata dalam periode tersebut.
Menurut Arman, data kunjungan wisata bukan sekadar angka statistik, melainkan fondasi penting dalam merumuskan kebijakan strategis.
Ia menekankan perlunya pencatatan rinci, mulai dari jumlah wisatawan, destinasi favorit, hingga dampaknya terhadap pelaku usaha lokal.
“Semua harus terukur. Dari jumlah pengunjung sampai dampaknya bagi ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Pendataan juga dinilai penting untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang muncul selama lonjakan wisata.
Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian antara lain kepadatan pengunjung, keterbatasan fasilitas, hingga potensi kerusakan lingkungan di lokasi wisata.
Dengan data yang lengkap, pemerintah dapat lebih siap menghadapi lonjakan kunjungan pada periode berikutnya.
DPRD Berau menilai, proses pendataan tidak bisa dilakukan secara sepihak. Keterlibatan pengelola destinasi, pelaku usaha, hingga masyarakat setempat dinilai akan menghasilkan data yang lebih komprehensif dan akurat.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan gambaran nyata kondisi di lapangan. Arman mengingatkan, hasil pendataan harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret.
Data yang terkumpul diharapkan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan yang mampu meningkatkan kualitas sektor pariwisata di Berau. [ADS/DPRD BERAU]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















